PUPUHU SAKOLA

H. MAHDAR, M.M.Pd

Sejarah Singkat SMP Yayasan Atikan Sunda Bandung

 

Atas dasar prakarsa bapak R. Éma Bratakoésoéma dan bapak R. Édang Soéwanda mendirikan SMP Yayasan Atikan Sunda yang berlamat di Jalan Panghulu Haji Hasan Mustapa Nomor 115 Bandung. Atas dasar itulah pengurus Yayasan yaitu : bapak  Drs. Momo, bapak Drs. Achmad Djamhur, bapak R. Hidayat Suryalaga, BA., bapak Tatang Kandi, bapak Drs. Abdurrachman, dan bapak Jusup Tatang Sendjaja mendaftarkan SMP Yayasan Atikan Sunda ke Depdikbud dengan dikeluarkannya  SK. Kanwil Depdikbud Propinsi Jawa Barat No. 145/I02-Kep/E.77. mulai bulan Januari 1978 menerima pendaftaran siswa  baru, sedangkan  tanggal 16 Januari 1978 proses belajar mengajar  dimulai. Untuk itu setiap tanggal 16 Januari diperingati sebagai hari ulang tahun ( milangkala ) SMP Yayasan Atikan Sunda.

Visi  SMP Yayasan Atikan Sunda pada awal berdirinya sama dengan visi Yayasan yaitu : luhung élmu panemuna, rancagé gawéna, lébér wawanénna, nyunda  budayana, tur panceg agamana.  Lulusan SMP Yayasan Atikan Sunda diharapkan banyak ilmu pengetahuan, terampil, berani tampil, mengakar pada budaya Sunda, serta kuat agama yang di imanninya. Ciri khas SMP Yayasan Atikan Sunda terus dijaga dan dipelihara sampai sekarang yaitu budaya Sunda, dengan adanya mata pelajaran Tatakrama, Sejarah Sunda serta Keterampilan Ukir Wayang Golek, akan  tetapi tetap mengikuti perkembangan jaman.

Adapun yang menjadi Kepala Sekolah pertama yaitu bapak R. Hidayat Suryalaga, BA., dibantu oleh Wakilnya bapak Tatang Kandi, beliau mengabdi dari tahun 1978 s.d. 1998, selanjutnya kepala sekolah di pegang oleh bapak H. Mahdar, M. M. Pd. Dari tahun 1998 sampai sekarang.

Perkembangan sekolah dari tahun ke tahun terus meningkat baik infrastruktur maupun para lulusan. Pada awal berdiri siswa SMP Yayasan Atikan Sunda 80 orang dibagi menjadi 2 rombongan belajar (dua kelas), sekarang siswanya mencapai 700 orang lebih dibagi menjadi 18 kelas.

Sampai saat ini SMP Yayasan Atikan Sunda mempunyai :

1.   18 ruang kelas ; 3 kelas sudah multimedia;

ü 1 ruang Kepala Sekolah;

ü  1 Ruang Tata Usaha;

ü  1 ruang BP;

ü  1 ruang Lab IPA

ü  1 ruang Lab Bahasa;

ü  1 ruang Perpustakaan;

ü  1 ruang Lab Komputer;

ü  1 ruang praktek Keterampilan Putra;

ü  1 ruang praktek Kesenian

ü  1 ruang Aula;

ü  1 ruang OSIS;

ü  1 ruang UKS;

ü  3 ruang toilet guru;

ü  1 ruang toilet Kep Sek;

ü  12 toilet siswa.

 

Visi SMP Yayasan Atikan Sunda Bandung

Visi SMP Yayasan Atikan Sunda Bandung adalah mewujudkan pendidikan yang berkualitas dengan mengakar pada budaya Sunda.

 

Misi SMP Yayasan Atikan Sunda Bandung

Misi SMP Yayasan Atikan Sunda Bandung adalah :

1.      Meningkatkan iman dan taqwa;

2.      Memelihara dan melestarikan kesenian daerah;

3.      Mengembangkan kurikulum lokal;

4.      Mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah pengembangan bakat, minat untuk mencapai prestasi;

5.      Meningkatkan profesionalisme guru dalam pelayanan KBM;

6.      Pencapaian daya serap dan target kurikulum yang maksimal;

7.      Menggunakan sarana dan anggaran secara efektif dan efisien;

8.      Memanfaatkan media Teknologi Informatika;

9.      Menata lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan asri.

 

Tujuan Pendidikan SMP Yayasan Atikan Sunda Bandung

Seraya berpedoman pada panduan dari BNSP dan program kerja YAS, ikhwal tujuan pendidikan SMP YAS Bandung adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlaq mulia, serta mengembangkan keterampilan untuk hidup mandiri dan (disiapkan untuk)  mengikuti pendidikan lebih lanjut. Selain itu, dikhususkannya penanaman dan penambahan wawasan akan budaya dan seni Sunda, sehingga diharapkan baik siswa maupun tamatan SMP YAS Bandung mempunyai sikap sadar akan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia yang beragam suku bangsa, khsusunya sebagai urang Sunda.

Sedangkan bagi siswa atau tamatan non suku Sunda, diharapkan akan mempunyai pengetahuan dan wawasan mengenai budaya dan seni Sunda, dimana mereka tinggal dalam kesehariannya sebagai perantau, sesuai dengan peribahasa di mana bumi di pijak, di situ langit di junjung. Hal ini menyikapi bahwa sebagian anak didik pada SMP YAS Bandung tidak seluruhnya asli suku Sunda, ada sebagian dari luar suku Sunda. Sehingga prinsip kesatuan dalam heterogenitas pun tetap tercipta dan hampir tidak ada kendala. Di samping peranan pemahaman (awal) seni budaya pada peserta didik dapat bersosialisasi baik pada lingkungan sekolah mapun pada lingkungan masyarakat. Selain itu, KTSP pada SMP YAS Bandung dikembangkan sesuai prinsip beragam dan terpadu, sehingga tidak ada diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial, ekonomi, dan gender sekalipun.

Maka kompetensi tamatan pada SMP YAS Bandung diharapkan akan :

1.      Memiliki keyakinan dan ketaqwaan yang tercermin dalam perilaku sehari-hari yaitu dengan melaksanakan aturan hidup yang sudah ditentukan oleh agama yang diimaninya; untuk umat muslim sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasul.;

2.      Memiliki nilai dasar humaniora untuk menerapkan kebersamaan dalam kehidupannya;

3.      Menguasai keterampilan dan pengetahuan akademik dan keterampilan hidup (life skill) dalam masyarakat lokal dan atau global, termasuk khazanah keterampilan budaya dan seni Sunda;

4.      Memiliki kemampuan akademik untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi (lanjut);



 

STAFF TATA USAHA